Senin, 01 Juli 2013

Semarang bukan cuma Tugu Muda, tengoklah Marabunta

Jika anda orang asli Semarang atau kebetulan sedang berada dikota Semarang dan gemar dengan wisata sejarah, mungkin gedung Marabunta bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk dikunjungi. Gedung ini awal mulanya bernama Stadschouwburg dan berdiri kurang lebih pada tahun 1850-an. Gedung ini juga unik karena ada dua patung semut merah raksasa diatapnya sehingga seringkali orang menyebut gedung semut. Pada masa kejayaannya gedung Marabunta sering dipakai untuk acara pementasan drama atau musik. 



Apalagi pada waktu itu masyarakat sekitar yang mayoritas orang Eropa sangat haus sekali dengan hiburan-hiburan seperti ditanah kelahirannya. Pementasan dilakukan rutin setiap bulan sekali, tetapi dibulan-bulan tertentu diadakan pementasan lebih dari sekali. Salah satu penari yang terkenal yaitu putri Matahari yang bernama asli Margaretha Geertruida Zelle. Pada zamannya putri Matahari ini mempunyai penggemar yang luar biasa apalagi dia mempunyai paras cantik khas Eropa dengan mata bulat dan dagu yang bagus.



Menurut salah seorang pengurus gedung bapak Alex Purnawi, Marabunta memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki karakteristik yang berbeda jauh dengan struktur bangunan tua yang ada dikota Semarang. Interiornya pun menurut pak Alex Purnawi masih sangat klasik dan beliau yakin ditempat lain tidak akan ditemukan lagi. Lokasinya yang berada di kota lama semakin menambah nilai historis dari bangunan ini. Pada masa sekitar tahun 1950-an gedung ini sempat diambil alih oleh yayasan Empat Lima dan berganti menjadi yayasan Kodam. Namun sayang gedung Marabunta sempat runtuh dan dibangun kembali pada tahun 1995 selesai sekitar tahun 1999. Gedung baru dibangun tepat disebelah gedung lama yang runtuh dengan kondisi struktur bangunan yang mirip dengan gedung yang runtuh. Plafon dan pilar penyangganya pun masih menggunakan yang lama karena pemilik enggan meninggalkan nilai-nilai bangunan yang klasik.




Gedung baru ini sebenarnya dulu adalah tempat atau ruang produksi artis sebelum pementasan di gedung utama, dulu ada lorong yang menghubungkan dengan gedung yang sudah runtuh tersebut. Masih menurut pak Alex, gedung baru ini tidak menghilangkan keaslian dari gedung utama walaupun di beberapa sudut memang terlihat berbeda dari gedung Stadschouwburg . Bahkan meja cafetaria yang dulu sering digunakan untuk tempat berkumpulnya orang-orang Eropa, masih berbentuk sesuai dengan bangunan aslinya. Karena bisa dibilang meja tersebut adalah bagian terpenting pada masa kejayaan gedung Marabunta atau Stadschouwburg  .


Tidak hanya cafe, bagian atap dari gedung yang baru ini juga masih sangat klasik. Karena beberapa struktur bangunan lama yang masih bisa dipakai, digunakan lagi oleh pengelola gedung Marabunta. Inilah salah satu andalan dari gedung Marabunta, menurut pak Alex Purnawi atap gedung ini selain mempunyai nilai sejarah juga mempunyai nilai atrtistik yang tinggi. Sehingga bisa jadi kita tidak akan menemukan atap yang sama pada bangunan tua lainnya yang ada dikota Semarang. Pilar-pilar penyangganya pun juga masih unik, kita seakan-akan terbawa oleh nuansa Eropa yang benar-benar klasik. Ditambah dengan tata panggung yang yang istimewa dan bisa dibilang berbeda dengan tata panggung gedung kesenian lain dikota Semarang.



Sekadar menambahkan, gedung ini sekarang disewakan untuk umum dan sering kali digunakan untuk acara musik, pernikahan, dan juga pameran. Hal ini terpaksa dilakukan oleh pengelola mengingat perawatan bangunan gedung Marabunta ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi menurut pak Alex Purnawi, pemerintah kota Semarang juga kurang mendukung terhadap pemeliharan bangunan. Namun ada wacana dari pemerintah jika bangunan yang masuk dalam cagar budaya seperti gedung Marabunta ini akan dibebaskan dalam urusan pajak atau PBB. Nah,  kita sebagai generasi baru seharusnya bisa turut serta dan andil dalam pemeliharaan gedung Marabunta serta gedung-gedung bernilai sejarah lainnya. Jangan sampai kejadian runtuhnya bangunan gedung Marabunta terulang lagi ditahun-tahun yang akan datang. Terimakasih 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar